Lho koq? Di puji termasuk ujian? Bukankah ujian biasanya berkenaan dengan segala “ketidak enakan”?
Gak juga….
Mungkin kita bisa “lolos” kala dapat ujian kesusahan, tapi sering “terperdaya” kala menghadapi ujian kesenangan.
Balik lagi tentang ujian sebuah pujian. P0int disini yaitu, “Yang di puji” dan “Memuji” mendapat Ujian.
Sebenarnya, sudah benarkah kita menempatkn sebuah pujian pd orang lain? Jujurkah pujian kita? Proporsionalkh pujian kita? Atau hanya membuat orang yng dipuji jd tambah “besar kepala” ataukh malah hal yg sejatinya tidak layak puji malah yang kita “puji” na’udzubillah…
Eitz ,ttg hal buruk yg dipuji mksudnya tidak sedang membicarakan “majas ironi” *buka lagi deh buku b.Indonya* sebagaimana materi dlm pelajaran b.Indonesia ya. seperti, “Wah tulisannya bagus sekali?” (aslinya tak terbaca), atau “Rapih benar kamarnya?”(Aslinya berantakan), nah kalo yng ini mah namanya “Nyindir”
sobat, namun secara halus ,tpi tetap bernada “membekas”.
Trus ,gman d0ng menyikapi pujian? Plus yang tak kalah penting gman cara “menyampaikn penghargaan” kita yang benar?
(Saya mengganti kata memuji dengan “menyampaikan penghargaan” agar lebih proposional)
Nah.. gini ni,Kalo dipuji, jangan lupa intr0speksi, benarkh pujian itu pantas untk kita ? Ok, lepas dari pujian itu tulus atau tidak *semoga tidak ada batu dibalik udang ,eh udang dibalik batu* kita msti kmbalikn smua pada ALLAH, seraya mengucap… ALHAMDULILLAH.
So, jangan girang dlu kala dipuji.
Lagi2 pujian memang ujian. Pernah gak sih ngalamin kejadian orang memuji kita berlebihan? Padahal sesungguhnya itu hanya hal biasa. Malah tidak lebih baik dari prestasi sblumnya? Bosan gak?. Bete kan?:(
Padahal, sobat yang baik itu tidak hanya yng bisa dan “biasa” “memuji” kita, tetapi juga yg bisa memberi masukan positif pd kita ,tentunya dengan cara yang santun dan menyejukkan ya. Oke lah mungkin sobat kita itu tidak ingin “menyakiti” sobatny sendiri. Tapi sesungguhnya sobat itu gak sadar kalau dia tengah memberi “racun mematikan” kepada sahabatnya. Apa yang seharusnya diungkapkan sebagai sebuah penilaian yang jujur tidak diberikan. Padahl kan tidak perlu takut ‘tuk mengatakan kebaikan dan kebenaran walaupun itu pahit. Apakah qt takut, teman kita akn meninggalkn kita?ataukah kita memuji untuk dipuji? *nah lho bingung*
Tipsnya, baca bismillah sbelum berkata. Bersihkn hati agr terpancr kejujuran hati itu. Niatkan bahwa apa yang akan disampaikn itu demi sebuah kebaikan, baik kita sendiri maupun orang yng bersangkutan. Kita kan gak mau di cap orang yg kredibilitas “ucapan penghargaan” nya diragukan bukan?
Bagaimana kalau pujian yg hendak disampaikn lebih tepat sebagai kritikan? Cobalah agar setidaknya mngatakannya dengan cara yg “manis” tanpa nada sinis yang bisa2 membuat yg mendngar meringis akhirnya menangis. heHehehe
Kritikan yang membangun gak haram k0q, cman kalo caranya “nge-BeTe- in” kan jd sia2? Yg ada saran itu bgai angin lalu ,yang masuk kuping kanan keluar kuping kiri.
Akhir kata, Ingin ku baitkan sebuah puisi
Sobat …
Ku ingin ketulusan sebuah ucapan
Baik itu Pujian atau kritikan
Jika itu pujian yg benar,ku kmbalikan pd yg Maha Rahman…
Jangan katakan pujian jika itu melenakan,
Jangan ungkapkan pujian jika bukan sebuah ketulusan
Jangan ungkapkan pujian jika bukan dari kejujuran.
Aku juga manusia, tak luput dari kesalahan dan punya banyak kelemahan. Ku butuh masukan dan perbaikan
Tapi sobat,
Jangan beri aku kritikan jika tanpa saran
Jangan beri aku kritikan jika caramu mengecewakan
Kuhargai sebuah pujian, Lalu dngan ikhlas ku kmbalikan pd Sang maha Rahman
By: Qanaah Sholihah

yup begitulah seharusnya kita
karena pujian sbenarnya sebuah ujian
dan ketika kita mendapat ujian
sebenarnya kita kan segera mendapat pujian jikalau kita mampu mengatasinya
S-7! jadi untaian berantai ya, Pujian adalah ujian, dan Ujian itu dalam rangka mencari pujian, tentunya dari
ALLAH SWT..amiien..
Rosulullah juga mengajarkan kita memuji yang berlebihan sebagai sesuatu yang di makruhkan…karena akan menyeret orang yang kita puji ke neraka….astaghifurallah..namun harus dibedakan antara memuji dan menghargai dan juga appresiasi..inshaAllah kalau gak berlebihan dan selalu mengembalikannya kepada Kebesaran Allah maka..inshaAllah thats better
wallahu ‘alam..keep wiritng yah dek
Betul …mbak!