Kita hidup berarti kita harus menghidupi kehidupan. Menghidupi kehidupan bukan berarti memenuhi kebutuhan fisik seperti makan dan minum saja. Menghidupi kehidupan lebih kepada bagaimana kita senantias berfikir positif dan optimis dalam menjalani dan menghadapi kehidupan ke depan.
Berfikir positif, optimis dan berjiwa besar.
Dimanakah bisa dicari kehidupan yang tanpa “tantangan”? TIdak. Tidak ada. Bahkan orang matipun masih dihadapi pada “tantangan” apakah dia bisa “survive” pertanyaan malaikat penjaga kubur serta etape-etape perjalanan panjang yang akan dia lalui nantinya.
Jadi, alangkah miskinnya hati kita jika dalam menghadapi kehidupan ini kita selalu dihantui kegelisahan dan ratapan kesedihan. Miris juga melihat banyak menyaksikan berita di televisi ketika semua orang mengakhiri derita hidupnya dengan menghabisi sejarah hidupnya sendiri. Mereka tidak sadar bahwa usaha melarikan diri dari kehidupan yang menghimpit itu ternyata tidak membawa kepada kelapangan tetapi malah membawa kehimpitan hidup di alam berikutnya, na’udzubillah.
Berbaik sangka kepada Allah, mungkin itu kata-kata yang tepat dalam kita menghadapi masalah kita. Berharap suatu saat kehidupan berjalan lebih baik lagi …, ditengah himpitan hidup, mari kita senantiasa bersyukur. Dalam kehidupan dunia ini hendaknya kita senantiasa melihat kepada mereka yang kehidupannya dibawah kita, agar senantiasa kita dapat bersyukur atas karunia-Nya. Namun terhadap kehidupan akhirat hendaknya kita senantiasa melihat kepada mereka yang “prestasinya” diatas kita agar kita bisa berpacu dan berlomba-lomba dalam kebaikan.
So, putus Asa?? no Way !!!.
…SEmangat ya!!! Ingat 5 B :
Bersyukur
Bersabar
Berusaha
Berdo’a
Bertawakal
……………insyaAllah.
