Pikir punya pikir, aku kadang gak habis pikir, hehe. Koq bisa ya SHP ku nyasar kesana. nekat banget gak sih?? … , yang belum baca cerita sebelumnya, monggo mampir kemari…
Latar belakang pengiriman SHP ke Cendana
Singkatnya, setelah mengikuti kegiatan perkumpulan filateli di kantor pos Bekasi, aku jadi semangat + percaya diri. Mengikuti kegiatan filateli aku jadi merasa terntantang untuk memiliki koleksi yang setidaknya “baik” dan “setara” dengan apa yang dimiliki teman-teman ku. Kriteria baik bukan berarti aku harus mengeluarkan uang terus. *maklum uang jajan anak SMA-hehe* Aku berfikir, aku ingin punya koleksi yang setidaknya berkesan untuk diriku sendiri.
Karenanya aku teringat kalau menonton tv waktu ada peluncuran prangko baru, aku melihat Bpk Soeharto membubuhkan tanda tangan di SHP atau Sampul Hari Pertama prangko tersebut.
Mungkinkah? Aku berpikir bisa gak ya koleksiku juga ditanda tangani Bpk Soeharto??
Sempat menimbang-nimbang juga. Bagaimana kalau SHP nya gak ditanda-tangani, lha wong Bpk.Soeharto kan super sibuk. Mending kalau SHP ku dikembalikan, kalau tidak?? WAh …, bisa hilang deh “tabunganku”. 17 SHP lengkap dengan prangko diatasnya lumayan harganya waktu itu. Lagipula, bukan dilihat dari harganya saja, kenangan aku saat membelinya pertama + cap nya itu yang gak mungkin bisa aku dapatkan lagi. Saat itu ada 17 SHP yang terbit di bulan yang berbeda-beda.
Setelah menimbang-nimbang, akhirnya kubulatkan tekad. Aku tawakal aja. InsyaAllah, kalau memang masih milikku, benda filateli itu akan kembali kepangkuanku *cieee…anak kucing kali*.
Akhirnya, segera ku kumpulkan SHP ku. Kususun, dan kupilah mana yang segera akan kukirimkan ke Presiden Soeharto. Salah satu diantaranya, tentu saja SHP dengan tema Ibu Tien Soeharto.
Untuk mengirimkan SHP, gak mungkin tanpa kata-kata dong ya? Segera ku rangkai, seolah aku perwakilan anak Indonesia *haha*^_^ mimpi ikutan acara HAN (Hari Anak Nasional)gak kesampaian ya gini nih ….hehehe.
Tapi, benar lho, menulis surat ke Bpk Presiden Soeharto benar-benar memiliki kenangan sendiri. Aku membahasakan diriku dengan kata “ananda”, hehe. Serangkai dua rangkai kuungkapkan maksud kukirimkan SHP /benda koleksiku. Ku usahakan agar beliau memahamiku. TEntu saja tidak lupa kita tuliskan bahwa ini untuk kenang-kenangan.
Akhirnya selesai juga surat itu kubuat. Tinggal mengirimkannya ke kantor pos!.:)
***
Hari demi hari … , satu hari ….
dua hari ….. semua masih biasa saja
menjelang hari ketiga dan ke-empat aku H2C (harap2 cemas)
Sedikit ada rasa cemas, tapi lebih banyak harapnya sih^_^. *lha iya, kalo cemas-cemas harap tuh baru banyakan cemasnya , hehe*
Yah, walaupun pasrah, aku tetap berharap dong. Positive THinking!!that’s the key
Tiba waktunya, ketika aku sedang istrihat disekolah salah seorang temanku memberitahu. “Ada surat untuk kamu itu di ruang TU” . Aku kaget, surat siapa ya?lebih tepatnya dari siapa ya?? Ditengah perjalanan menuju ruang TU tebakanku adalah bahwa SHP ku dikembalikan oleh pak Presiden! Aku berbinar!! pastinya, SHP ku kini sudah “berbeda”. Dengan riang aku berlari kecil ‘tuk segera siapa gerangan pengirim surat tersebut. Subhanallah, sebuah amplop yang cukup tebal. hehehe, tapi isinya bukan uang ya…, ini isinya SHP/ benda koleksiku;) ^_^. Tidak sabar rasanya ingin kubuka segera satu persatu ditempat itu. Tapi, aku takut nanti SHP nya berantakan dan kotor *terlebih malu kalau dilihat orang kegirangan sendiri* . Yah …sudahlah, aku hanya membuka ujung amplopnya sedikit, *kyaknya rasanya hampir sama waktu dapat honor ngajar pertama* dan kulihat ada bubuhan tanda tangan asli bpk Soeharto. Alhamdulillah …. aku berbinar lega.akhirnya tandatangan itu kudapatkan. Setidaknya benda koleksiku kembali kepadaku, dan itu yang memang kuharapkan sekiranya tidak mendapat tanda tangan. alhamdulillah.
O ya , disitu juga ada surat balasan ,tetapi diketik, dan dibuat oleh sang ajudannya. Dikatakan bahwa SHP nya sudah ditanda tangani . Segera saja aku laminating ,buat bukti dengan koleksi heeehhhe.
Selepas dari mengirim surat presiden, ada cerita lagi nih. Aku jadi gemar banget berkirim surat ke kedubes-kedubes yang ada di Indonesia, seperti Iran, pakistan pernah juga aku mengirim surat ke Bpk Wahono langsung ke gedung MPR -tapi yang ngantarinnya pak Pos *. Pikir punya pikir, koq aku “rajin” banget ya ….hehe.
Itulah sekelumit pengalamanku bersama dunia surat menyurat dan Filateli. Sampai jumpa di episode mendatang *halah mimpi jadi presenter*
Mau tahu koleksi-koleksiku…………., maybe (inshaallah) next time aja kali ya. lom sempat foto-foto.

Met malem, pa kabar nih hari ini? Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin dan besok kita masih diberi umur panjang untuk dapat terus ngeblog, tetap semangat! O ya, kalo mo promosi blog biar bisa dapat kunjungan lebih banyak lagi, bisa langsung http://shanny.web.id/?p=862 aja, makasih yah, maaf nih mang udah lama ga mampir. Sekalin juga kalo tertarik dengan program bisnis internet, bisa dilihat juga disini http://shannypersonalblog.wordpress.com/2008/11/21/tabanas-program-bisnisku/.