Pernahkah berada dalam situasi, ketika kita sudah merencanakan sesuatu, ternyata semua itu tidak berjalan sesuai keinginan. Ada perasaan kecewa, ada perasaan kesal dan kecewa dan berbagai pertanyaan kenapa …?? kenapa? dan timbul ucapan.., andai.. dan andai.. coba kalau.., dsb.:)
hmm….,pernahkah berada dalam situasi tersebut?. *Semoga Allah senantiasa melindungi kita* Padahal berandai-andai itu tidak baik. Karena akan membuka jalannya syaithon. Berandai-andai yang dimaksud adalah,menyesali sesuatu yang sudah berlalu dan tak akan mungkin terjadi.
Tapi bukan berarti kita tidak boleh mempunyai cita-cita dan harapan mulia lho…, sebagai dasar sebuah niat suci. Hmmm…baru niatnya saja, Allah sudah mencatat 1 pahala untuk kita, dan kalau dijalankan.., subhanallah nilainya akan lebih besar lagi.
Berikut adalah sebuah cuplikan, yang mudah-mudahan bisa menjadi ibroh buat kita semua.
Suatu hari, si A merasa gundah. Proyek bisnisnya gagal. Awalnya dia mendapat sebuah tawaran besar dari seseorang calon mitra bisnisnya. Untuk menjalankan proyek tersebut, dia tidak bisa menjalankan sendiri, dia membutuhkan orang lain. Namun entah bagaimana dia tidak menemukan rekan bisnis yang bisa membantunya. Walhasil proyek itu gagal. Sempat terbersit rasa kecewa. *na’udzubillah, semoga kita senantiasa diberikan kelapangan dada..*
Waktu berlalu…..
Ternyata, ada sesuatu hal terjadi. Hikmah datang seiring berjalannya waktu.
Apakah yang terjadi??Subhanallah, memang kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan, tapi manakala kita sudah yakin dan senantiasa memohon agar Allah memberikan yang terbaik menurut pandanganNya, maka keputusan apapun yang terjadi, ituah yang terbaik.
Singkat cerita, dari seorang teman dekat diberitahukan bahwa seseorang yang tadinya bakal menjadi mitra bisnisnya, pergi entah kemana. *nah lho?* Bisa dibayangkan jika proyek itu jadi dijalankan, kemanakah si A mesti meminta pertanggung jawaban??
Alhamdulillah ..si A terbebas dari sebuah masalah yang bisa jadi akan melilitnya manakala proyek itu berhasil.
Alhamdulillah, Ternyata Allah menyelamatkan dirinya, Allah menyayangiNya, Allah melindunginNya.
Si A, terpekur dan tersadar ,berIstighfar memohon ampun, dan mengucap takbir melihat kekuasanNya.
~oOO~
Subhanallah, itu baru sedikit cerita tentang bagaimana Allah memberikan hal yang terbaikNya untuk kita , yang kadang baru dipahami sesudahnya oleh kita dikemudian hari.
Jadi, selalu memohonlah yang terbaik kepada Allah menurut pandanganNya. Sehingga jika sesuatu terjadi diluar dugaan kita, kita akan ridho dan lapang hati menerimanya. Karena apa yang baik menurut kita, belum tentu baik menurut Allah dan atau sebaliknya. Satu hal yang kita semua harus yakini, jika kita selalu memohon yang terbaik, maka apapun keputusan itu yakinlah itulah yang terbaik yang Allah berikan untuk kita, walaupun baru kita sadari hikmah dan maksud dibelakangnya dikemudian hari.
~Salam ukhuwah~

setuju banget mbak..
memang ketika melakukannya rasanya susaaaahh banget.. meyakinkan diri bahwa apapun itu pasti yg terbaik sesuai kehendak Allah ternyata tidak segampang mengucapkannya..
saya pernah denger doa yang bagus (walaupun doanya bahasa indonesia):
“ya Allah berikanlah kami yang terbaik dan pemahaman bahwa Engkau senantiasa memberi yang terbaik”
amiin
Amiin…
.
Ya, adalah hal manusiawi jika sesaat kita terlupa, karena memang fitrah manusia, tapi itulah gunanya dzikir, yang akan “membawa kita pulang” ke jalur sesungguhnya,insyaallah
kadang2 allah trunkan petir & kilat,kta mnangis mncri dmna hilangnya matahari,,,tpi trnyata allah hendak mnunjukkan kta pelangi,, kdang kta tdk dapat apa yg kt impikan,lalu mnyalahkan takdir krna trlalu kcwa..sdangkan kta tdk sadar,apa yg kta proleh adalah lbih baik dari apa yg kta harapkan,,
subhanallah.