Hatinya gundah, hatinya gelisah. Kehimpitan hidup dan tekanan ek0nomi membuatnya tak bahagia. Hari2nya dirundung kesedihan. Uang belanja pas2an, baju seadanya,bhkan tak pernah baru. Hidup dalam rumah kontrakan bertahun-tahun. Tak ada perhiasan kerlip permata mghiasi anggota dirinya.
Apa yang sedang terjadi padanya?
Adakah ia mengimpikan kebahagiaan? Dimanakah kebahagiaan? Kebahagiaan apakah selalu dalam harta? Banyak orang terlalaikn karena harta.
Bukan.bukan pada harta. Kebahagiaan hakiki ada pada keimanan. Tak seorangpun bisa merenggutnya, karena ia terletak dalam hati dan hanya ALLAH lah yg ‘menguasainya’. Jadi tak perlu sedih jika tak punya harta, tak perlu sedih jika tak hidup di istana.
Subhanallah. Saya sangat suka buku ini. Buku ini yang “menjadi sahabat” saya ketika saya baru menikah. Saya tidak mau mjadi orang sperti dalam ilustrasi diatas. Pertama kali membaca buku ini, saat itu saya blum menikah. Saya begitu suka dengan isinya yg wlopun baru beberapa bait saya baca, namun untaian nasihatny begitu “mengena”, & trngiang-ngiang dalam hati,pikiran dan jiwa. Betul2 menawan jiwa. Subhnallah, buku ini layak dibaca bagi para muslimah, pikirku saat itu. Termasuk diriku, dan juga anda tentunya jika muslimah. Siapakah yg bisa menjamin dirinya snntiasa berada dalam kesyukuran? Bgaimanakh agr qt bs snantiasa brsyukur? Cara pandang &wawasan yg salah dan sempit itulah harus dibenahi.
Saat baru membaca beberapa bait dari buku trsebut, ingin rasanya meminjam dan membawanya pulang tuk segera dibaca. Namun apa daya,teman saya pun boleh meminjam dari temannya:). duh perlu waktu lama tuk mengantri dan blum bs dpastikan kapan bisa membacanya. Bukunya lumayan tebal, dan sayapun tidak bisa memaksa dia tuk sgera mghabiskan bacaannya dgn cepat. Berkaca pada diri sendiri kalo membaca buku dgn nuansa tausyiah yg dalam, sy akan brlama-lama mncerna dan bnar2 menghayati. tak heran jika jadi terngiang dan memenuhi sluruh rongga jiwa.
Uang ‘tuk membeli buku sudah kupersiapkan. Namun rupanya tak cukup waktu ‘tuk pergi ke toko buku. Padahal, selang tak lama kemudian akan tiba hari pernikahanku. Wah, saya jadi harus bnar2 membaca buku itu. Ada pelajaran penting &pembinaan kekuatan jiwa yg sungguh berguna yg pastinya dibthkn saat awal2 mnjalani bhtera rmh tngga. Aku tidak tau bgaimana keadaan kehidupan brsama calon suamiku di awal pernikahan kami nanti. Tentunya qt ingin mnciptakan khidupan pernikahn yang sakinah, mawaddah warahmah bukan? Bisakah sy menjadi wanita yng slalu Ridha dan diridhai? Yang slalu bisa ridha trhadap pmberian suami? Ridha dalam kelapangan dan kesempitan? Ridha jika tb2 hidup dalam keterpurukan? Wah,prlu banyak ilmu nih. Ilmu mgatur keuangan, Ilmu persiapan mental, Ilmu keridhaan, ilmu kesabaran dll.
Sayapun menikah. Kuutarakan keinginanku pada suami tuk mencarikanku sebuah buku yang kuidamkan. Sebuah buku yang memang beberapa hari mnjelang prnikahanku ingin sekali kubaca. Sngaja kami tidak pergi berdua, sngguh sejatinya saya ingin suami yg mghadiahkan buku itu untuk saya.hehe Alhmdlah, suamikupun mmbawakan buku itu untukku.
Halaman demi halaman buku ini benar2 memberikan nasihat yang bgus, memperluas wawasan kebijaksanaan hakiki untuk bisa lebih mensyukuri hidup dan melihat indahnya dunia dalam dimensi keimanan yng hakiki. Subhanallah ,indahnya.
Ada yg tahu, buku apa yang sedang saya bincangkan?:) Iya! ini adalah buku karangan Dr. ‘Aidh Al-Qarni . Subhanallah, siapa yang tidak kenal dgn beliau? Selain buku best sellernya “Laa tahzan”, ada buku lainnya yg juga jadi favoritku brjudul “Kiat menjadi Wanita Paling Bahagia di Dunia & Akhirat”.
Adakah yang sudah membacanya?
Mungkin ada sbgian dari muslimah yg sudah pernah membacanya.
Khusus bagi muslimah yg belum membacanya, ingin rasanya sy mgajak ukhti sekalian tuk mgmbil isi manfaat buku ini. Jangan sampai belum membacanya ya.
Baca yuk, baca.. mgisi waktu bulan Ramadhan dgn bcaan brmanfaat.
Kesan saya setelah membaca buku itu? Ya, diri ini benar merasa menjadi wanita paling bahagia, paling kaya. Klop bnget ketika kala itu saya ingin menjadi pribadi yang qanaahsholihah *saat itu sy sdh mggunakan qanaahsholihah*.
Terbersit tanya&akankah muslimah lainnya memiliki perasaan yng sama seperti saya ketika &sesudah mmbacanya?bhkan lebih? subhnallah.
Mengingat besarny manfaat buku ini, saya berfikir
rasanya layak tuk mjadikan buku ini sebagai sebuah kado prnikahan bagi siapa saja, khususnya muslimah.
Atau, saran saya, jika anda adalah seorang suami, kenapa tidak coba hadiahkan buku ini untuk istri anda?’tuk melengkapi koleksi perpustakaan pribadi keluarga anda.
Kesan lain yang ingin ku ungkapkan untk para muslimah : Insyllah sesudah membacanya dirimu bagai dipasangkan aneka perhiasan hakiki. Tak lagi qt mgharapkan “sekarung harta karun” emas dunia, karena kitalah perhiasan dunia itu, insyallah.
Semoga qt bs mnjadi sebaik2nya perhiasan dunia,amiin..
~yg slalu ingin menjadi qanaahsholihah~
do’akan ya…
